RilisanRilisan Baru

Bilal Indrajaya – Achir Maret: Satu Lagu, Seribu Rasa Terima Kasih

28 Maret 2025 lalu, Bilal Indrajaya kembali merilis karya baru berjudul “Achir Maret”.
Single ini hadir sebagai penanda baru, bukan hanya secara diskografi, tapi juga sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang menebar kebaikan dalam hidup — baik di ranah musik maupun kehidupan personal.

Di tengah hiruk-pikuk industri yang kian hirau pada detail dan jeda, Bilal justru memilih untuk menurunkan volume. “Achir Maret” bukan lagu yang ingin mencuri perhatian. Ia hadir minimalis dan kontemplatif, seperti surat pribadi yang hanya ingin sampai pada orang yang tepat. Sebuah lagu persembahan, yang dibisikkan dengan tenang.

Eksekusi produksinya pun terasa sangat tepat. Bilal kembali mempercayakan Lafa Pratomo sebagai produser — sebuah keputusan yang, menurut kami, sama alaminya dengan sendok dan garpu dalam satu meja makan. Kolaborasi mereka terasa menyatu secara tekstur dan pendekatan; antara kehalusan aransemen dan kerendahan hati interpretasi.

Lebih jauh lagi, Bilal juga melibatkan Sigit Pramudita dari Tigapagi untuk mengisi lapisan nada dari French Horn dan Flugelhorn — dua instrumen yang jarang muncul dalam musik pop Indonesia, tapi di sini justru menjadi penanda atmosfer yang syahdu, hangat, dan sepi dalam makna yang tepat.

Detail teknis yang paling kami rasakan: suara gesekan tangan pada senar gitar akustik yang dibiarkan hidup dan nyata, mengingatkan kita bahwa ini bukan sekadar produksi digital yang rapi. Ini adalah rekaman yang penuh rasa. Ruang diberikan pada senyap, pada nafas, pada gema. Tidak ada niat untuk menutupi kejujuran suara dengan lapisan yang tidak perlu.

Kehadiran Rhesa Aditya sebagai mastering engineer juga menguatkan karakter lagu ini: fokus pada keseimbangan, bukan efek. Pada frekuensi tengah, bukan ledakan.

Bilal, seperti biasa, tampil dalam kesederhanaannya yang megah. Tidak banyak musisi saat ini yang bisa terdengar se-tulus ini hanya dengan sedikit kata. Tapi Bilal bukan hanya mengandalkan suara. Ia hadir dengan kepekaan, kesadaran, dan kemampuan meramu lagu sebagai ruang intim bersama pendengarnya.

Dirilis di bawah Aksara Records, “Achir Maret” diluncurkan bersamaan dengan video lirik yang digarap oleh Michael Christianto Budiman — menegaskan bahwa karya ini memang diniatkan sebagai bentuk perenungan, bukan sekadar rilis tambahan di akhir kuartal.

Dan seperti halnya bulan Maret yang berganti April, lagu ini bukan titik. Ia adalah koma — jeda menuju kelanjutan.
Jika ini hanya awal dari rilisan Bilal di tahun 2025, maka kami siap mendengarkan lebih banyak lagi… dalam diam, dalam syukur, dalam segenap kehadiran musik yang jujur.

Oleh : Bayu Fajri & CakHend

Shares:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *