Trek perjalanan emosi dan transisi psikologis ke dalam diri disuguhkan Marryanne ke dalam EP Perdana mereka bertajuk “Into The Void”. Pengalaman emo rock dengan sentuhan ambient pop dan tekno dikemas dalam “Solitude”, “Violet”, “Numb”, dan “Bookshelves Epilogue”.
Unit Shoegaze / Alternative asal Cirebon yang saat ini digawangi oleh Oya (Vokal dan Gitar), Cyril (Gitar dan Vokal), Arul (Gitar), Andik (Bass), dan Ares (Drum) akhirnya berhasil merilis EP Perdana mereka yang sarat muatan kondisi emosional dan psikologis. Into The Void diharapkan bisa menjadi gambaran kontradiksi batin menghadapi dunia yang sibuk dan terlampau menguras. Musik berfungsi sebagai mercusuar harapan dan pelepasan emosi. Dimulai dengan “Violet” yang dirilis terlebih dahulu pada 24 Mei 2024 kemarin. Dan disusul dengan 3 lagu lain yang menggugah sekaligus menggali tema soal kesepian, pelihatan diri, dan pencarian manusia akan kedamaian dalam sebuah rentang cerita.
Terkait proses kreatif dan penggarapan EP “Into The Void”, Marryanne banyak
dipengaruhi beberapa band seperti Wisp, Softcult, dan My Bloody Valentine yang
terlihat pada vokal dan gitar yang kental dengan reverb dan membuat sound menjadi
tenggelam.Diproduseri oleh Cyril Muhammad Falih. Direkam di Rumah Cyril, Jags Studio dan Hypocrite Sound. Mixing dan Mastering oleh Restu Yawendra di Hypocrite Sound.
(Agung Setiawan)








