Hal yang tidak biasa untuk album perdana sebuah band, hampir 17 lagu dengan durasi total 65 menit melibatkan banyak musisi dan komunitas musik lokal secara kolektif. Rilis pada 24 Mei 2024 dikemas dengan 17 balaclava dan 17 video musik sekaligus agenda Tur Indonesia di bulan Juni-Juli & Showcase Album di bulan November nanti.
Mereka berbagi cerita personal guna menyuarakan spirit gorong-gorong menyindir intimidasi kekuasaan pada ruang-ruang personal yang rapuh.
Dari 17 lagu dari album Ceriwis Necis ada beberapa lagu yang menggaet teman-teman musisi lainnya seperti Luka di Pelupuk Mata ft. Binar, Tuhan di Reruntuh Kota ft Tomy Herseta & Whiteskkeleton, Rima Ini Mekar Dengan Amat Biru ft Kinder Bloomen, Kau Si Lagu Sedih ft Made Dharma & Raka Soetrisno (Focus Track), Mati Saja ft Rinrin & White Skeleton, Dengarkan Tanah ft Nara & Syilva
Eksplorasi yang dinantikan para pendengar apakah berhasil atau tidak nya dinantikan dalam tur yang sesaat lagi mereka lakukan. Penampilan secara live akan menguji konsistensi komposisi musik dengan kombinasi instrumen hingga benang merah lirik yang mereka ajukan ke pendengar. Pastinya mereka sudah menyiapkan satu safety net track berjudul Kau Si Lagu Sedih yang diaransemen sesuai standar pop dan lirik pilu. Setidaknya kerja bareng gotong royong mereka tercapai dan narasi lirik yang mudah didengar terpenuhi sesuai keinginan Arno Zarror, Zikrie Arethusa dan Delpi Suhariyanto.
Pada segi visual album dikerjakan oleh Aurora Arazzi. Merpresentasikan “Ceriwis Necis” dengan objek keseharian yang sering ditemukan di jalan. Selanjutnya versi fisik akan dirilis 2 kali, Kaset oleh Greedy Dust & Copyright Reserved pada bulan September & Vinyl oleh Disaster Records pada bulan November.
(Agung Setiawan)








