Rilisan BaruTalenta Bawah Radar

Kultus dan Ungkapan Keresahan Atas Kegelapan Dunia Lewat “Doomnation”

Setelah sukses meluncurkan album perdananya, “To You My Lord, Hell Awaits pada 2022 lalu, Unit Black/Death/Doom Metal asal Ciledug, Tangerang, Banten, Kultus, kembali menghadirkan single terbaru berjudul “Doomnation” pada 20 September 2024. Single ini semakin mempertegas aura kegelapan Kultus dalam bermusik.

Kwartet yang diawaki Dimas Anggara (Vokal), Malik Ganis (Gitar), Audinanto (Bass & Vokal), dan Nalendra Samudro (Drum) mengungkapkan keresahannya akan negara yang berada di ambang kehancuran—perang, ketidakadilan, korupsi, kepemimpinan yang bobrok, serta pemuka agama palsu. Semua kemudian diramu menjadi sebuah syair perlawanan yang antemik dan penuh kritik atas kondisi negara yang saat ini tidak baik-baik saja. Keresahan ini pun dibungkus aransemen musik bernuansa black dan death metal yang begitu kental dan gelap.

Kegelapan ini begitu tersirat dengan riff-riff berat dan atmospheric serta vokal dan scream yang penuh amarah ala band-band Black dan Death Metal seperti The Black Dahlia Murder, Dimmu Borgir, dan Cradle of Filth dipadukan dengan harmoni vokal pada bagian reff. Namun, secara esensinya tidak melenceng dari musik doom yang tetap menyesakkan dada saat didengarkan. 

“Tema besar yang diangkat di lagu “Doomnation” ini sebenarnya adalah keresahan yang sudah cukup lama gue rasakan, apalagi dengan beberapa masalah yang baru-baru ini terjadi dan rasanya pas buat ngeluapin ini sekarang. Gue juga berharap single ini bisa jadi sentilan sekaligus pengingat buat teman-teman pendengar untuk enggak tutup kuping dan terus kritis pada semua yang terjadi di sekitar kita, terutama di negara kita tercinta ini,” kata Dimas.

Dimas mengungkapkan “Doomnation” bukan hanya sekadar lagu. Namun, “Doomnation” adalah manifesto deskriptif atas runtuhnya peradaban modern akibat konflik internal dan eksternal yang kerap terjadi. Terlebih, saat ini banyak peristiwa yang menggambarkan apa yang diungkapkan Kultus dalam single pertama dari EP terbaru mereka yang akan segera dirilis ini.

Peristiwa genosida di Palestina, keruntuhan demokrasi, dan tindak kekerasan tiada henti di sekitar kita yang seakan tak ada hentinya inilah yang menjadi bom waktu yang akhirnya dimuntahkan Kultus lewat “Doomnation”. “Tentu peristiwa-peristiwa ini bukan hal yang baru, tetapi kerap terjadi dan dengan kemajuan media sosial menjadi terlihat masif dan transparan,” katanya.

Single “Doomnation” dari Kultus ini tentunya menjadi semacam pesan bagi pendengarnya untuk tetap peduli dengan keadaan sekitar. Serta jadi pengingat bagi para pendengar agar tidak tunduk pada penindasan dan melawan penindasan yang ada. 

(Ainul Qalbi)

Shares:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *